Tuesday, August 18, 2009

PERANAN IT DALAM PROSES PEMBELAJARAN DAN MANAJEMEN IPDN DAN REGIONALNYA

PENDAHULUAN

Turunnya Keputusan Presiden No. 1 Tahun 2009, yang membagi IPDN ke beberapa daerah wilayah regional memberikan harapan baru bagi pengembangan manajemen dan pemberdayaan daerah. Seiring dengan kebijakan tersebut wilayah regional diharapkan mampu mengelola sistem pembelajaran dalam rangka mempersiapkan Kader Pamong Praja yang berkualitas dan dapat bersaing dalam persaingan global.

Dalam lingkup sistem pendidikan ikatan kedinasan, IPDN Regional dituntun untuk membangun dan melakukan penyesuaian agar dapat lebih mewujudkan kader yang potensial dan siap pakai serta mengerti teknologi informatika yang telah menjadi suatu kebutuhan bagi pemerintah daerah.

IPDN yang telah dibagi dalam wilayah regional akan membutuhkan penyesuaian paradigma dan peran baru dalam proses pembelajaran praja pada tiap regional. Komponen utama dalam hal tersebut yaitu meliputi monitoring yang efesien, pengidentifikasian kebutuhan dan penempatan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya sesuai kebutuhan.

Salah satu alternatif untuk menunjang pemenuhan kebutuhan itu adalah pengembangan sistem komunikasi yang diarahkan bagi proses pembelajaran dan manajemen organisasi. Pengembangan sistem komunikasi tersebut juga harus ditunjang dengan sumber daya sistem komunikasi dan sumber daya manusia yang mengerti teknologi informasi.

Pada proses pembelajaran teknologi informasi dapat digunakan untuk penyebaran informasi misalnya bahan kuliah, kuliah jarak jauh, penyebaran referensi, serta pengawasan pemerintah daerah terhadap praja utusannya serta bagi orangtua dan masyarakat umum.

Begitu pula bagi organisasi, dengan adanya komunikasi yang terbuka dan mendukung melalui forum khusus, webcam meeting, dan lainnya dapat menunjang dalam penyampaian dan penyelesaian masalah tiap regional secara kolektif, efektif dan efisien.

FUNGSI INTERNET TERHADAP PROSES PEMBELAJARAN MAHASISWA IPDN REGIONAL

Bagi proses pembelajaran, penggunaan internet sangat efektif disamping dapat digunakan untuk kuliah online, juga dapat digunakan pencarian referensi dan bahan kuliah bagi Tenaga Pendidik (dosen, pelatih, pamong keprajaan) dan Praja. Dalam tulisan ini dikhususkan untuk proses kuliah jarak jauh.

1. Kelengpakan yang dibutuhkan

- Akses internet secara massal dalam hal ini baiknya hostpot.

- Laptop yang dilengkapai wifi dan webcam

- Petugas kelas/pamong keprajaan sebagai operator pada tiap kelas

- Infocus (untuk memperbesar gambar)

- Layar (dapat juga menggunakan dinding biasa).

- Sofware (komputer/Laptop telah diinstal Yahoo Mesengger)

2. Kegunaan Bagi Praja dan Lembaga

- adanya akses mata kuliah dari guru besar dan dosen yang berbobot untuk penyamaan persepsi dan materi kuliah. Kuliah dapat dilaksanakan oleh satu guru besar/dosen kepada kelas praja di lima regional secara bersamaan.

- Dapat juga digunakan untuk kegiatan kuliah umum atau ceramah.

- Dapat langsung interaktif baik dari dosen kepada praja maupun sebaliknya di tiap kelas regional

- Adanya kesamaan bahan ajar dan tugas terstruktur untuk praja di lima regional.

- Dosen yang bermutu (baik itu guru besar maupun doktor serta dosen lainnya) yang ada di regional, baik di Jatinangor maupun di regional lainnya dapat diserap materinya oleh para praja.

- Dapat menghemat waktu, tenaga dan beban biaya perjalanan, karena dosen yang bersangkutan tidak perlu lagi keliling regional untuk memberikan materi-materi kuliah karena dapat dilaksanakan di salah satu kelas regional secara online.

3. Proses Jalannya Pembelajaran

Kegiatan pembelajaran dilakukan pada salah satu kelas yang telah terhubung dengan internet. Untuk hal ini hubungan yang dapat dilakukan dengan gratis yaitu melalui Yahoo Mesenger.

Pertama, 5 menit sebelum dosen masuk ruangan para praja telah siap di ruang kelas yang ditemani oleh asisten dosen atau dapat ditugaskan kepada pamong keprajaan atau petugas kelas sekaligus sebagai operator.

Operator baik yang di jatinangor maupun yang di regional lainnya mengaktifkan Internet dengan program Yahoo Mesengger (YM) yang dilengkapi webcam .

Kedua, Setelah YM aktif dan regional telah terhubung maka dosen pun dapat memberikan materi kuliah secara langsung (online) kepada Praja yang jaraknya jauh di seberang pulau. Begitu pun Praja bila ingin mengajukan pertanyaan dapat langsung dijawab oleh dosen yang bersangkutan. Sehingga suasana interaksi antara pendidik dan yang didik tetap sama seperti biasanya. Begitu pun pemberian tugas terstruktur dari dosen maupun penyerahan tugas dari Praja ke Dosen dapat langsung diterima melalui operator.

4. Membangun Forum Komunitas Bagi Mahasiswa

Kekayaan akan informasi yang tersedia di internet tidak dapat dibayangkan bagaimana banyaknya. Begitu pula nantinya antara sesama praja baiknya membentuk satu komunitas formal melalui internet misalkan ipdn-regional@yahoogroup.com atau lainnya, sebagai forum bersama untuk bertukar informasi atau untuk memberi input kepada satu sama lain di seluruh regional. Di forum tersebut dapat digunakan untuk meng-upload file bahan kuliah atau referensi yang dapat berguna kepada praja yang lain. Sehingga walaupun berbeda jarak dan waktu, namun tetap satu sebagai praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri. Misalkan ada praja di regional makassar yang membutuhkan PP atau UU, Praja IPDN Regional Pekan Baru yang kebetulan memiliki lebih dulu dapat meng-upload file tersebut, begitupun lainnya.

Sehingga setiap Praja diharuskan memiliki email untuk mengakses komunitas tersebut. Hal ini juga mnjadi suatu pembelajaran teknologi informasi kepada praja sehingga didikatakan gatek nantinya ketika bertugas di daerah. Begitu pun pada organisasi senat Praja pada tiap regional, baiknya memiliki email resmi yang dapat diakses untuk keperluan pengembangan organisasi senat praja.

FUNGSI INTERNET TERHADAP PROSES MANAJEMEN IPDN REGIONAL

Untuk memperlancar kegiatan organisasi, penggunaan internet sangat dibutuhkan bagi organisasi yang memiliki beberapa bagian di wilayah yang berbeda jauh. Contohnya IPDN dan regionalnya. Akses ini dapat digunakan oleh pimpinan organisasi setingkat Rektor, Direktur, Biro dan Bagian untuk memperlancar arus informasi dan komunikasi secara efektif dan efisien.

Penulis yakin para staf di IPDN telah sanggup menyiapkan rapat atau pertemuan secara online baik secara formal struktural maupun secara fungsional. Misalkan rapat online antara Rektor dengan kelima direktur regional di masing-masing wilayah. Atau rapat antara jajaran Pamong Keprajaan untuk penyamaan persepsi pola pembinaan kepada praja misalnya. Askses internet ini sangatlah murah namun dapat memberi manfaat yang tak terkira bagi lembaga IPDN

1. Alat yang dibutuhkan

Untuk membangun sistem komunikasi online antar regional dibutuhkan kelengkapan sebagai berikut:

- Akses internet Telkom Speedy.

- Laptop yang dilengkapai wifi dan webcam

- Staff Operator

- Infocus (untuk memperbesar gambar)

- Layar

2. Kegunaan Bagi Lembaga

- Dapat digunakan untuk pertemuan khusus baik rutin maupun mendadak antara rektor dengan pimpinan tiap regional untuk membahas masalah-masalah berkaitan dengan urusan kelembagaan.

- Rapat dapat dilakukan dengan biaya, waktu dan tenaga yang efektif dan efisien karena pimpinan regional dari daerah tidak perlu ke Jakarta lagi hanya untuk melaksanakan rapat selama 2-3 jam, tidak perlu mencari tiket pesawat, hotel dan sebagainya sehingga rapat dapat dilaksanakan kapan saja dari regional masing-masing.

- Dapat digunakan untuk pengiriman surat-menyurat formal, karena tidak memerlukan mesin fax, tapi langsung melalui email dimana surat tersebut di scan kemudian dikirim melalui email.

3. Proses Jalannya Rapat Online

Prosesnya tidak jauh beda dengan cara kuliah online tadi. Kegiatan Rapat/pertemuan online dilakukan dengan akses Yahoo Mesenger dengan menggunakan Webcam. 5 menit sebelum Rapat mulai para operator di jatinangor dan di Regional telah melakukan persiapan. Setelah semua siap maka Rektor ataupun pimpinan rapat dapat langsung membahas materi rapat secara online melalui Webcam.

4. Membangun Forum Komunitas Bagi Para Staff

Seperti Praja, para Staff/Pegawai di lingkungan IPDN baiknya juga memiliki suatu forum sebagai ajang untuk bertukar pikiran yang sangat berguna bagi pengembangan organisasi IPDN. Pengembangan kearah yang kreatif, inovatif dan bertanggungjawab sudah merupakan suatu kebutuhan bagi organisasi di era millenium ini.

B. PENUTUP

Pemberdayaan organisasi melalui penggunaan teknologi informasi sudah bukan barang baru bagi organisasi besar dimasa sekarang. Dengan menggunakan internet kita dapat mengakses sumber-sumber informasi tanpa batas dan yang berkembang setiap detiknya. Kita dapat beromunikasi secara massa yang dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja bila ada akses internet. Demikian sedikit ulasan penulis, mudah-mudahan dapat memberi kegunaan bagi siapa saja.

Sumber:
makalah oleh
Irfan Setiawan, S.IP, M.Si

Monday, January 5, 2009

MATANGKAN DULU JATINANGOR LALU IIP REGIONAL

Pemerintah ada baiknya mematangkan dulu berbagai permasalahan di IPDN Jatinangaor, baru membuat IIP Regional. Dalam IPDN jatinangor saja sendiri belum matang apalagi, ingin mengembangkan regional, hal ini hanya merupakan sebuah jalan pelarian karena tidak mampu memperbaiki IPDN.
Apakah Petinggi Departemen Dalam Negeri sudah mengetahui kondisi yang sebenarnya di IPDN ataukah menutup mata akan apa yang terjadi di sana. Perhatikan saja gambar-gambar di bawah ini yang diambil pada akhir Desember 2008 dan Awal januari 2008.
Gambar-gambar tersebut merupakan saksi bisu terhadap Manajemen yang salah kaprah pada IPDN. Bagaimana Para Praja/Mahasiswa IPDN dapat berpikir sehat bila lingkungan tempat tinggalnya seperti hutan belantara dan rumah hantu, yang terlihat seperti tidak pernah ditempati.
Sillahkan lihat gambar pada link berikut: MATANGKAN DULU JATINANGOR LALU IIP REGIONAL



Thursday, November 27, 2008

Praja IPDN Menata Masa Depan

Capacity Building Reinventing Pendidikan, Pemerintahan dan Agama Bagi Kader Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri sebagai wahana pembekalan bagi aktivis bintal ROHIS IPDN angkatan 19 yang akan menapaki dakwah IPDN regional. Jumlah aktivis bintal ROHIS yang banyak merupakan suatu kekuatan apabila dapat dimanage dengan baik. Namun apabila tidak dapat dimanage dengan baik justru akan menjadi kelemahan.

Sukses tidaknya berdakwah pada IPDN regional selain ditentukan oleh kapabilitas SDM yang ada juga ditunjang dengan manajemen kaderisasi dan sinergi dengan jejaring yang ada.

Melalui Capacity Building Reinventing Pendidikan, Pemerintahan dan Agama Bagi Kader Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri, HRD Jamil Centre mencoba mengadvokasi pola pembinaan mental spiritual terkait dakwah IPDN regional.

Seiring kecerdasan intelektual, emosional, spiritual dan adversity quotient pola pendekatan yang humanis dengan mengedepankan sisi spiritual yang bersifat universal boleh jadi adalah bagian dari sebuah jalan menuju sebuah kesuksesan.

Sebuah kesuksesan ataupun keberhasilan tak pernah lepas dari sebuah ihtiyar panjang yang dilakukan oleh individu-individu dalam menjalankan misi kehidupannya.

Puncak dari eksistensi hidup manusia sebagaimana yang telah diamanahkan kepada manusia adalah wujud beribadah hanya kepada ALLOH yang secara vertikal dan horisontal pola hubungan tersebut membingkai manusia sebagai insan kamil.


taken from yayasan jamil

Friday, October 24, 2008

Menteri Dalam Negeri Mardiyanto Kamis (16/10) kemarin, melantik Ngadisah sebagai rektor baru Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) menggantikan Johanis Kaloh. Dalam sambutan pelantikan Mendagri meminta rektor yang baru membenahi IPDN sehingga mampu menampilkan citra yang baik. Mendagri juga menegaskan akan membangun IPDN di 4 daerah lainnya pada tahun 2009.

Pelantikan rektor baru IPDN oleh Menteri Dalam Negeri Mardiyanto berlangsung di Kampus IPDN di Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat. Ngadisah yang dilantik sebagai rektor baru IPDN menggantikan Johanis Kaloh adalah Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Depdagri. Ngadisah sebelumnya menjabat Rektor IIP Jakarta.

Sebagai saksi dalam pelantikan tersebut ialah Sekjen Depdagri Diah Anggraeni dan Irjen Depdagri Semanwijoyo. Turut hadir pula tamu undangan dari eselon I Depdagri Bupati Kabupaten Sumedang serta pejabat IPDN. Hadir pula mantan Rektor IPDN I Nyoman Sumaryadi dan Plt Rektor IPDN Johanis Kaloh.

Dalam sambutannya Mendagri meminta rektor baru melakukan langkah nyata untuk membenahi IPDN hingga mampu menghapus citra buruk IPDN. Mendagri juga mengatakan, Kampus IPDN mulai awal tahun 2009 terbagi di 5 daerah di Indonesia selain di kampus Jatinangor.

"Acara ini merupakan tindak lanjut dari Kepres 2008 tentang pengangkatan rektor IPDN. Sehingga pelaksanaannya terkait dengan implementasi aspek dan status IPDN. Ia menjelaskan, aspek dan status IPDN harus mengacu pada undang-undang sistem pendidikan nasional yang sesuai dengan norma dan kepamongprajaan. Untuk itu, faktor penunjang kegiatan belajar mengajar, terutama sarana penunjang, seperti perpustakaan dan fasilitas akomodasi harus dipersiapkan secara menyeluruh untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas.

Peningkatan itu, menurut Mendagri, juga harus ditunjang dengan struktur organisasi IPDN yang efektif, efisien, rasional, sesuai perkembangan pendidikan global.

"Pengelolaan IPDN baik pengajarnya, pengasuh maupun praja dalam setiap angkatan harus seimbang sehingga menghasilkan kualitas tinggi," ujarnya.

Oleh karena itu, jelas Mardiyanto, pengembangan lembaga IPDN dapat diselesaikan. Termasuk, peraturan Kepres 87/2008 tentang STPDN ke dalam IPDN, sehingga dapat menjadikan citra yang positif kepada pamong yang berkualitas.

Selain itu, lanjutnya, eksistensi pengembangan IPDN dapat menjadi sarana pendidikan yang lebih baik lagi di Indonesia. "Sehingga dapat menjadi institusi negara yang berkepribadian tinggi seperti TNI, Militer, AU, AD, Akpol," ucapnya.

Ia juga mengatakan, dalam kepemimpinan rektor yang baru, pihaknya berharap semua praja dapat ikut menjaga sekaligus menanamkan nilai-nilai budaya yang positif. "Budaya kekerasan harus dihilangkan karena tidak diperlukan lagi dalam sistem pendidikan sekarang ini. Tunjukan kepada masyarakat sesuai dengan sikap keteladanan akademis," kata Mendagri.

Dengan demikian, katanya, segala hubungan antara pengajar dan praja dapat ditingkatkan di dalam proses belajar mengajar sehingga menciptakan situasi yang baik, tertib dan aman. Sebab, hubungan baik dapat dibina dengan menghindari segala bentuk tindakan yang tidak terpuji.

Mendagri berharap proses pendidikan yang cukup lama (empat tahun) itu, dapat mendidik para praja sehingga dapat bekerja sebagai pamong praja di dalam masyarakat dengan baik.

"Mudah-mudahan apa yang telah diberikan kepada praja selama ini dapat menciptakan kepribadian yang baik dan berada di jalan yang benar untuk memajukan nusa dan bangsa," katanya

Ke depannya, saya berharap imej IPDN ini harus lebih baik lagi. Serta juga, siap mencetak para pamong-pamong yang profesional untuk menjalankan tugasnya nanti di lembaga-lembaga pemerintahan Indonesia," ujar Mendagri.

Prosesi pelantikan sendiri menurut sumber di protokoler IPDN, akan di bagi menjadi dua yakni sertijab resmi yang dipimpin oleh Mendagri di lantai dua ruang Viyata Praja, serta upacara sertijab dihadapan para praja IPDN dengan penyerahan pataka IPDN kepada pejabat baru rektor.

Penjagaan di sekitar komplek IPDN Jatinangor dilakukan oleh aparat kepolisian Resort Sumedang. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan serta aksi demo yang menurut sumber akan menghiasi jalannya serah terima jababatan rektor IPDN ini.

Tuesday, September 23, 2008

PENUTUPAN DIKSARMENDIS



Pada hari rabu tanggal 24 September 2008, pukul 09.00 wib sampai dengan 10.30 wib di lapangan parade telah dilaksanakan penutupan kegiatan Diksarmendis. Kegiatan Diksarmendis dilaksanakan di Rindam III Siliwangi selama 20 hari.

Tuesday, April 22, 2008

INU BER-ULAH LAGI

Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) kembali lagi menggeliat, Dosen Fenomenal Inu Kencana, Selasa (22/04/09) siang melaporkan dugaan korupsi pembangunan Wisma Praja IPDN senilai 35 milyar rupiah lebih ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). ia berharap ada penanganan serius atas masalah di tubuh sekolah tinggi pendidikan kedinasan yang melahirkan pejabat pemerintah tersebut.

Inu Kencana tiba di kantor KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan sekitar pukul 09.00 WIB untuk melaporkan adanya dugaan korupsi pembangunan Wisma Praja senilai 35 milyar rupiah lebih tahun anggaran 2007. Inu membawa satu buku berisi tentang data pembangunan Wisma Praja.

Dosen yang pernah membongkar kasus kematian praja di Kampus IPDN ini menyatakan, laporan ini membuktikan kembali bahwa masih terdapat sejumlah kasus yang harus dibenahi di IPDN.

Pihak Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) melalui Pelaksana Tugas (Plt) Rektor IPDN, Johanis Kaloh, akan melaporkan Inu Kencana ke Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) lantaran dinilai telah mencemarkan nama baik.

Selain itu, IPDN akan menggugat Inu senilai Rp35 miliar, dan dalam waktu dekat akan menggelar Rapat Senat untuk menentukan nasib Inu di IPDN.

"Hingga Selasa ini, Inu masih tercatat sebagai dosen di IPDN, namun karena ulahnya yang telah beberapa kali mencemarkan nama baik IPDN, kami akan mengambil sikap untuk menentukan keberadaan Inu di IPDN dengan menggelar rapat Senat," kata Kaloh kepada pers di Bandung, Selasa sore.

Dengan kejadian ini, kata Kaloh, pihaknya tentu akan menjatuhkan sanksi tegas kepada Inu termasuk kelaporkannya ke Depdagri untuk segera ditindak lanjuti atas ulahnya tersebut.

"Karena setiap prilaku civitas akademikan IPDN harus dipertanggungjawabkan kebenarannya, termasuk apa yang dilaporkan Inu ke KPK harus dipertanggungjawabkan, kalau tidak bisa tentu itu namanya pencemaran dan pelanggaran administratif," katanya.

* dari bebagai sumber
news.indosiar
liputan6
antara

Sunday, April 20, 2008

IPDN MENERIMA CALON PRAJA BARU 2008

Jakarta (ANTARA News) - Institut Ilmu Pemerintahan (IIP) sebagai pengganti Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dijadwalkan akan mulai membuka proses penerimaan calon praja pada Juli 2008.

"Juli 2008, diusulkan rekrutmen akan dilakukan," kata Sekretaris Jenderal Departemen Dalam Negeri, Diah Anggraeni seusai acara Temu Nasional Pamong Tahun 2007 di Jakarta, Jumat malam.

Diah mengatakan, seluruh proses rekrutmen, tes, hingga kurikulum akan terpusat di Jatinangor, untuk kemudian akan disesuaikan dengan penempatan ke daerah (regional) yang dinilai telah siap.

"Kita nanti akan lihat sarana dan prasarana di daerah. Apakah mereka sudah siap atau belum," katanya.

Ia menegaskan, pengalihan atau penempatan praja didasarkan pada kesiapan daerah baik dari segi sarana dan prasarana serta kesiapan pengajar dan infrastruktur regional.

Selama menunggu daerah siap, maka penerimaan praja dilakukan di IIP Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat yang sebelumnya bernama kampus IPDN.

Perubahan IPDN menjadi IIP merupakan gabungan opsi pertama dan kedua yang pernah dihadapkan pada IPDN. Opsi pertama, kampus Jatinangor tetap berfungsi sebagai tempat mendidik pamongpraja, sedangkan opsi ke dua adalah beberapa daerah juga akan menyelenggarakan pendidikan serupa.

IIP akan ada lima daerah, yakni Banjarmasin (Kalimantan Selatan), Makassar (Sulawesi Selatan), Mataram (Nusa Tenggara Barat), serta Bukittinggi (Sumatera Barat).

Sebelumnya Rektor IPDN Johanis Kaloh menjelaskan bahwa sudah ada tim khusus bernama Tim Implementasi Pembenahan Pendidikan Kader pemerintahan untuk menghadapi rekrutmen praja tahun 2008 yang pembentukannya didasarkan pada Keputusan Mendagri Nomor 890.05-506 tertanggal 9 November 2007.

Tim terdiri atas pembina (Menteri Dalam Negeri Mardiyanto, Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo, dan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Taufiq Effendi ), penasehat (Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri PPN/Kepala Bapenas Paskah Suzetta ).

Kemudian pengarah yang terdiri atas Kepala Badan Kepegawaian Negara, Inspektur Jenderal Depdagri, Dirjen Otda Depdagri, Dirjen Pendidikan Tinggi Depdiknas, Dirjen Kesbangpol Depdagri, Dirjen BAKD Depdagri, Dirjen Anggaran Depkeu, Deputi Kelembagaan Kementerian PAN, dan Tim Evaluasi Penyelenggaraan Pendidikan di IPDN.

Selaku Penanggung jawab adalah Sekjen Depdagri dan wakil penanggung jawab Kepala Badan Diklat Depdagri serta Rektor IPDN.

Tugas tim di antaranya, mempersiapkan upaya-upaya pembenahan IPDN, termasuk menyiapkan IPDN regional yang akan berganti nama menjadi IIP.

Tugas lain, mempersiapkan sistem pendidikan, penataan kelembagaan dan sumber daya manusia, penyiapan sarana, prasarana, anggaran, penyiapan urusan administrasi dan keuangan, serta menyiapkan prosedur dan proses penerimaan calon praja tahun 2008. (*)

Syarat-syarat Pendaftaran IPDN

  1. Foto Kopi STTB SMU/MA dan Foto Kopi NEM/NUAN/STK SMU/MA dengan nilai rata-rata 6,50 dan dilegalisir Pejabat Berwenang.
  2. Surat Keterangan Catatan Kepolisian.
  3. Surat Keterangan Berbadan Sehat, tidak cacat jasmani/rohani, tidak bertato/bekas tato dan tidak buta warna. Jika memakai kacamata ukuran maksimal plus/minus 1,0.
  4. Tinggi badan minimal 160 cm untuk pria dan 155 cm untuk wanita.
  5. Surat Keterangan Belum Pernah Menikah/Kawin/Hamil/Melahirkan dari Kepala Desa.
  6. Surat Pernyataan sanggup tidak menikah/kawin selama pendidikan.
  7. Bersedia mengembalikan biaya pendidikan apabila mengundurkan diri atau DO.
  8. Bersedia mentaati peraturan yang berlaku di STPDN/IPDN.
  9. Pas Foto Hitam Putih menghadap ke muka dan tidak memakai kacamata ukuran 3 x 4 cm sebanyak 5 lembar.
  10. Daftar Riwayat Hidup.
  11. Surat Pernyataan Sanggup Ditempatkan di Seluruh Wilayah Indonesia.
  12. Surat Izin Orang Tua untuk mengikuti pendidikan.
  13. Surat Tanda Pencari Kerja (Kartu Kuning).
Untuk waktu pendaftarannya belum ditentukan, masih menanti Keputusan Menteri Dalam Negeri